Categories
Pendidikan Anak Usia Dini

PENDIDIKAN ANAK

HUBUNGAN MENGGAMBAR DAN MENULIS DALAM PENGEMBANGAN KEMAMPUAN MENULIS ANAK USIA DINI

A. PENTINGNYA MENULIS BAGI ANAK

Menulis merupakan salah satu media untuk berkomunikasi ketika anak dapat menyampaikan makna, ide, pikiran, dan perasaannya melalui untaian kata-kata yang bermakna. Menurut Poerwadarminta (1982), menulis memiliki batasan sebagai berikut:

  1. Membuat huruf, angka, dan lainnya dengan pena, kapur, dan sebagainya
  2. Mengekspresikan pikiran atas perasaan seperti mengarang, membuat surat, dan lainnya dengan tulisan.

Senada dengan pernyataan tersebut, Badudu (1982) mengemukakan bahwa menulis adalah menggunakan pena, pensil, ballpoint di atas kertas, kain ataupun papan yang menghasilkan huruf, kata, maupun kalimat. Dengan demikian, menulis bukanlah sekedar membuat huruf-huruf ataupun angka pada selembar kertas dengan menggunakan berbagai alternatif media, melainkan merupakan upaya untuk mengekspresikan perasaan dan pikiran yang ada pada diri individu. Dalam Webster New World Dictionary (1988), menulis diartikan sebagai suatu kegiatan membuat pola atau menuliskan kata-kata, huuruf-huruf, ataupun simbol-simbol pada suatu permukaan dengan memotong, mengukir, atau menandai dengan pena ataupun pensil. Kegiatan menulis untuk anak harus memperhatikan kesiapan dan kematangan anak. Kegiatan tersebut dapat dilakukan jika perkembangan motorik halus anak telah matang yang terlihat dari kemmapuannya dalam memegang pensil. Pada awalnya anak hanya memegang pensil untuk mencoret-coret, namun seiring perkembangannya anak akan mengkonsentrasikan jari-jarinya untuk menulis lebih baik. Ada dua kemampuan yang diperlukan anak untuk menulis, yaitu kemampuan meniru bentuk, dan kemampuan menggerakkan alat tulis.

B. HUBUNGAN MENGGAMBAR DENGAN MENULIS

Perkembangan menulis berkaitan dengan menggambar. Sebenarnya, sebagian ahli menyatakan menggambar sebagai bagian dari menulis terutama pada saat awal. Pada saat itu anak lebih cenderung mencoret. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini dikemukakan urutan perkembangan menggambar sebagai berikut:

Dua gambar di atas menunjukkan kaitan antara menulis dengan menggambar. Kaitan antara menulis dan menggambar antara lain :

  1. Menulis dan menggambar sama-sama memerlukan keahlian psikomotor,
  2. Menulis dan menggambar mempunyai kemampuan kognitif yang sama,
  3. Menulis dan menggambar mempunyai manfaat//tujuan/kegunaan.

Bagi anak usia dini, menggambar dan menulis dilakukan secara bersamaan dan merupakan cara anak untuk mengekspresikan ide dan perasaannya. Gambar yang dibuat anak biasanya menjelaskan “komunikkasi berpikir dari pada gambar itu sendiri” (Hippe, 1985). Banyak ahli melihat bahwa menggambar dan menulis adalah proses yang akan dilewati oleh setiap anak. Pictorial signs (menggambar) dan graphic signs (menulis) mempunyai beberapa atribut penting, di antaranya (Jalongo, 2002):

  1. Menggambar dan menulis melibatkan keterampilan psikomotor yang sama, keduanya melibatkan keterampilan motorik halus baik itu dalam memegang alat tulis maupun membuat tanda di kertas. Ketika kita meminta anak usia 2 tahun untuk menggambar maupun menulis, pasti yang akan ditulis atau digambar hanyalah coretan. Jadi antara menulis dan menggambar memiliki tahap awal yang sama, yairu mencoret.
  2. Menggambar dan menulis tergantung pada kemampuan kognitif yang sama, apa yang digambar ataupun ditulis olleh anak merupakan representasi dari pemikiran anak.
  3. Menggambar dan menulis merupakan ekspresi dari seni, apa yang digambar atau ditulis merupakan ekspresi dari dalama diri si anak. Walaupun yang digambar atau ditulis hanya berupa titik-titik ataupun bullatan yang tidak terarah namun itu mempunyai arti khusus untuk anak.
  4. Menggambar dan menulis keduanya merupakan perkembangan, keduanya mengikuti dasar, pola umum, yang mempengaruhi kecepatan individual anak dan gaya dari perkembangan mereka. Dengan kata lain, menulis dan menggambar merupakan alat yang dapat merefleksikan tahapan dalam memahami dunia.
  5. Menggambar dan menulis mempunyai tujuan, ada 4 tujuan dalam pengajaran menulis dan seni seperti berikut:
  • Practical,
  • Cognitive developmental,
  • Emancipatory,
  • Self-concept enhacing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *